Tourism Bali | All About Music | Job Opportunity | Alternative Medicine | Online Forex | Books Best Sellers | Destination Life Cycle | SWOT of Agrotourism developement strategy | Conceptual model of Tourism Product Innovation | Agrotourism Project Research | Tourism Bali Indonesia | Statistik Pariwisata Bali |

Please type “Cari Album Pavorit!” do you want to search!

Renungan & Kesaksian Kristen


October 13, 2008

Memaafkan Itu Menyembuhkan

Filed under: Renungan

Memaafkan Itu Menyembuhkan

Oleh: Gede Prama

Kolam kebencian tidak bertepi, mungkin itu sebutan yang cocok untuk tahun 2001. Ada kebencian terhadap Amerika karena menyerang Afghanistan, ada kebencian terhadap Osama karena dituduh menghancurkan gedung WTC New York, ada kebencian terhadap pemerintah karena tidak menunjukkan kinerja yang meyakinkan, ada kebencian terhadap DPR karena tidak habis-habisnya dilanda skandal, ada kebencian terhadap suku atau agama lain karena terlibat perang dan kerusuhan, ada kebencian terhadap pengusaha besar karena dicurigai mencuri uang negara, ada kebencian terhadap oknum aparat yang tidak berhenti-berhenti korupsi, dan masih banyak lagi daftar kebencian lainnya.

Apa yang bisa diproduksi oleh kebencian? Kita bisa lihat sendiri disamping pengangguran yang berjumlah puluhan juta orang, juga secara amat meyakinkan kita sedang memproduksi masa depan yang amat menakutkan. Tidak hanya pernikahan yang beranak pinak, kebencian bahkan bisa menghasilkan anak, cucu, cicit dengan wajah-wajah yang lebih menakutkan. Lihatlah sejarah, di sana sudah tertulis banyak sekali catatan tentang kebencian yang beranak pinak, dan kemudian menghasilkan kehidupan yang mengerikan.

Mirip dengan sebuah cerita Zen tentang dua orang pendeta yang mau berenang menyeberangi sungai. Tiba-tiba ada wanita cantik yang berteriak di belakang meminta digendong. Dan pendeta lebih tuapun menyanggupinya. Dua jam setelah kejadian itu berlalu, pendeta yang lebih muda bertanya: ‘kenapa abang sebagai pendeta mau menggendong wanita cantik tadi?’ Dengan sedikit kesal pendeta tua berucap: ’saya sudah menurunkan tubuh wanita tadi dua jam yang lalu, namun kamu menggendongnya sampai dengan sekarang’.

Demikianlah cara kerja kebencian. Oleh karena sebuah atau beberapa kejadian yang sudah lewat di masa lalu - sebagian bahkan sudah lewat ratusan tahun yang lalu - sebagian orang menggendong kebencian bahkan sampai ketika dipanggil sang kematian. Sehingga praktis seumur hidup orang-orang seperti itu isi waktunya hanya kebencian, kebencian dan hanya kebencian. Anda pasti sudah tahu sendiri akibat yang ditimbulkan oleh semua itu. Jangankan doa dan perjalanan menuju Tuhan, tubuh dan jiwanya sendiri pasti dikunjungi berbagai macam penyakit.

Dalam keadaan begini, tidak ada pilihan lain terkecuali belajar dan mendidik diri untuk melupakan kebencian serta mulai memaafkan orang lain. Ya sekali lagi memaafkan orang lain. Inilah sebuah kegiatan yang amat sulit di zaman ini. Berat, sulit, tidak mungkin, tidak bisa itulah rangkaian stempel yang diberikan kepada seluruh upaya untuk memaafkan orang lain. Saya bahkan menemukan orang-orang dengan beban tidak bisa memaafkan dalam jumlah yang tidak terhitung.

Sehingga ini semua menyisakan pekerjaan rumah yang besar bagi saya (dan mungkin juga Anda), terutama bagaimana berjalan dalam hidup dengan sesedikit mungkin beban kebencian. Di titik ini, mungkin ada manfaatnya mengutip apa yang pernah ditulis Rabindranath Tagore dalam The Heart of God : ‘when the far and the near will kiss each other, and life will be one in love’. Bila yang jauh berciuman dengan yang dekat, maka kehidupan menyatu dalam cinta. Mungkin kedengarannya puitis sekaligus mengundang alis berkerut.

Yang jauh, setidaknya menurut saya, adalah kejadian-kejadian di masa lalu sekaligus harapan-harapan kita akan masa depan. Yang dekat adalah kehidupan kita yang riil dan nyata di hari ini. Dan keduanya tidak mungkin disatukan oleh kebencian. Ia jauh lebih mungkin dijembatani oleh kesediaan untuk memaafkan. Dan dari sinilah lahir bibit-bibit unggul cinta buat sang kehidupan. Dan bibit-bibit unggul cinta ini, mungkin saja bisa menyembuhkan orang yang dimaafkan. Tetapi yang jelas, kegiatan memaafkan pasti menyembuhkan siapa saja yang mau dan rela memaafkan. Seperti baru saja meletakkan beban berat yang lama tergendong di bahu, demikianlah rasanya ketika kita rela memaafkan orang lain. Keyakinan ini bukannya tanpa bukti, Bernie Siegel dalam karya best seller-nya yang berjudul Love, Medicine and Miracles mengajukan sebuah bukti meyakinkan. Sebagaimana ia tulis secara amat percaya diri di halaman 202 bukunya, Siegel telah mengkoleksi 57 kasus keajaiban kanker. Di mana ke lima puluh tujuh orang ini sudah positif terkena kanker, dan begitu mereka menghentikan secara total dan radikal kebencian, depresinya menurun drastis, dan yang paling penting tumornya mulai menyusut. Sebagai kesimpulan, Siegel menulis : ‘when you give love, you receive it at the same time. And letting go of the past and forgiving everyone and everything sure helps you not to be afraid’. Ketika Anda memberi maaf, Anda juga menerimanya pada saat yang sama. Dan kesediaan untuk melepas masa lalu dengan cara memaafkan, secara meyakinkan membantu Anda keluar dari kekhawatiran.

Dan mohon dicatat kalau kesimpulan ini datang dari Berni Siegel yang nota bene salah seorang ahli bedah di Amerika sana. Kembali ke cerita awal tentang lautan kebencian yang tidak bertepi, bila kita sepakat agar republik ini secepat mungkin mengalami penyembuhan, bisa jadi saran Siegel ini layak direnungkan kembali. Saya dan Anda mungkin bukan penentu di republik ini, tetapi kita bisa memulainya dengan kehidupan kita masing-masing. Entah itu memaafkan isteri, suami, musuh, diri sendiri, atau siapa saja. Seperti telah diingatkan Rabindranath Tagore, bukankah itu bisa membuat sang kehidupan menyatu dalam cinta?

October 10, 2008

cinTa seJaTi

Filed under: Lainnya

cinTa seJaTi

Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur ?
Kenapa kita menutup mata ketika kita menangis ?
Kenapa kita menutup mata ketika kita membayangkan sesuatu ?
Kenapa kita menutup mata ketika kita berciuman ?

Hal hal yang terindah di dunia ini biasanya tidak terlihat

Ada hal hal yang tidak ingin kita lepaskan
dan ada orang orang yang tidak ingin kita tinggalkan
Tapi ingatlah, melepaskan bukan berarti akhir dari dunia
melainkan awal dari kehidupan yang baru

 

Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis
Kebahagiaan ada untuk mereka yang telah tersakiti
Kebahagiaan ada untuk mereka yang telah mencari dan telah mencoba

Karena merekalah yang bisa menghargai
Betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka

 

Cinta adalah ketika kamu menitikkan air mata, tetapi masih peduli
terhadapnya
Cinta adalah ketika dia tidak mempedulikanmu, tetapi kamu masih menunggunya dengan setia
Cinta adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu masih
bisa tersenyum sambil berkata , ” Aku turut berbahagia untukmu ”

 

Apabila cintamu tidak berhasil, bebaskanlah dirimu
Biarkanlah hatimu kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam bebas lagi

Ingatlah, kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya..
Tetapi saat cinta itu dimatikan, kamu tidak perlu mati bersamanya..

Orang yang terkuat bukanlah orang yang selalu menang dalam segala hal

Tetapi mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh
Entah bagaimana, dalam perjalanan kehidupanmu,
Kamu akan belajar tentang dirimu sendiri dan suatu saat kamu akan
menyadari
Bahwa penyesalan tidak seharusnya ada di dalam hidupmu
Hanyalah penghargaan abadi atas pilihan pilihan kehidupan yang telah kau buat Yang seharusnya ada di dalam hidupmu

 

Sahabat sejati akan mengerti ketika kamu berkata, ” Aku lupa ”
Sahabat sejati akan tetap setia menunggu ketika kamu berkata, ”Tunggu sebentar ”
Sahabat sejati hatinya akan tetap tinggal, terikat kepadamu
ketika kamu berkata, ” Tinggalkan aku sendiri ”

 

Saat kamu berkata untuk meninggalkannya,
Mungkin dia akan pergi meninggalkanmu sesaat,
Memberimu waktu untuk menenangkan dirimu sendiri,
Tetapi pada saat saat itu, hatinya tidak akan pernah meninggalkanmu
Dan sewaktu dia jauh darimu, dia akan selalu mendoakanmu dengan air mata

Lebih berbahaya mencucurkan air mata di dalam hati
daripada air mata yang keluar dari mata kita

Air mata yang keluar dari mata kita dapat dihapus,
Sementara air mata yang tersembunyi,
Akan menggoreskan luka di dalam hatimu
yang bekasnya tidak akan pernah hilang

 

Walaupun dalam urusan cinta, kita sangat jarang menang,
Tetapi ketika cinta itu tulus…
meskipun mungkin kelihatannya kamu kalah,
Tetapi sebenarnya kamu menang karena kamu dapat berbahagia
sewaktu kamu dapat mencintai seseorang
Lebih dari kamu mencintai diri kamu sendiri…

 

Akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencintai seseorang
Bukan karena orang itu berhenti mencintai kita
Atau karena ia tidak mempedulikan kita
Melainkan saat kita menyadari bahwa orang itu
Akan lebih berbahagia apabila kita melepasnya

 

Tetapi apabila kamu benar benar mencintai seseorang,
Jangan dengan mudah kita melepaskannya
Berjuanglah demi cintamu… Fight for your dream !
Itulah cinta yang sejati…
Bukannya seperti prinsip ” Easy come.. Easy go… ”

 

Lebih baik menunggu orang yang benar benar kamu inginkan
Daripada berjalan bersama orang ” yang tersedia ”
Lebih baik menunggu orang yang kamu cintai
Daripada orang yang berada di ” sekelilingmu ”

Lebih baik menunggu orang yang tepat
Karena hidup ini terlalu berharga dan terlalu singkat
Untuk dibuang dengan hanya ” seseorang ”
Atau untuk dibuang dengan orang yang tidak tepat

 

Kadang kala, orang yang kamu cintai adalah orang yang paling
menyakiti hatimu
Dan kadang kala teman yang membawamu di dalam pelukannya
Dan menangis bersamamu adalah cinta yang tidak kamu sadari

Ucapan yang keluar dari mulut seseorang
Dapat membangun orang lain, tetapi dapat juga menjatuhkannya
Bila bukan diucapkan pada orang, waktu, dan tempat yang benar
Ini jelas bukan sesuatu yang bijaksana

 

 

Ucapan yang keluar dari mulut seseorang
Dapat berupa kebenaran ataupun kebohongan untuk menutupi isi hati
Kita dapat mengatakan apa saja dengan mulut kita
Tetapi isi hati kita yang sebenarnya tidak akan dapat dipungkiri

 

Apabila kamu hendak mengatakan sesuatu..
Tataplah matamu di cermin dan lihatlah kepada matamu
Dari situ akan terpancar seluruh isi hatimu
Dan kebenaran akan dapat dilihat dari sana

Kejujuran hanya menyakitkan bagi dia yang telah mengabaikannya

Filed under: Lainnya

Kejujuran hanya menyakitkan bagi dia yang telah mengabaikannya.

Dalam perkumpulan-perkumpulan yang tulus dan ikhlas, Anda bisa merasakan keharuan atau kegelisahan - sesuai dengan tingkat pengabaian Anda terhadap kejujuran.

Bila Anda telah membiasakan diri dengan jalan-jalan yang tulus dan ikhlas, Anda akan berbahagia menemukan diri Anda berada dalam pergaulan yang jujur.
Tetapi bagi dia yang telah mengabaikan kejujuran - ada perasaan terbuang dan terendahkan yang menggeliat di dadanya.
Bila kebaikan masih kuat di hatinya, dia akan mendekat dan memandikan dirinya dengan air sejuk ketulusan dan keikhlasan yang sebetulnya telah lama dirindukannya.

Tetapi bila hatinya telah kaku dengan kerak penistaan atas kebutuhannya untuk menjadi pribadi yang mulia, dia akan menyingkir dengan upaya keras untuk melupakan kebaikan yang telah membuatnya gelisah.

Kejujuran adalah citra terbaik.
Mulai hari ini, perhatikanlah bahwa yang sebetulnya kita hormati adalah orang jujur yang pandai, bukan orang pandai yang jujur. Karena, hormat kita akan hilang bila terbukti seorang yang pandai itu - tidak jujur. Tetapi, kekurangan apa pun pada pribadiyang jujur - tidak akan menghapus hormat kita kepadanya, apalagi bila dia memiliki kelebihan yang penting bagi kebaikan orang lain. Yang menghormati orang kaya yang tidak jujur - selalu adalah orang yang mengharapkan pembagian dari harta yang tidak jujur itu. Tetapi, orang miskin yang jujur, bahkan juga - yang kaya dan jujur - selalu menerima aliran doa dari hati yang tak terhitung jumlahnya.

Setiap hari, kita dihadapkan pada pilihan untuk mengutamakan kemampuan yang terhormat atau kekayaan yang cacat.
Untuk yang muda dan untuk anak-anak kita, pastikanlah bahwa Anda mempengaruhkan pemilihan jalan-jalan kemampuan yang terhormat, karena di sanalah tersedia kekayaan-kekayaan yang utuh.
Mudah sekali bagi sebagian dari kita untuk mengutamakan kekayaan yang catat, karena mereka tidak sabar.
Bila ada harta yang bisa dicapai dengan ketidak-jujuran, itu berarti bahwa sebenarnya ada harta yang juga bisa dicapai dengan kebaikan, bila saja kita mau bersabar.
Maka, bersabarlah. Karena mungkin, lambatnya kedatangan harta yang baik itu - adalah sebenarnya pemisah antara kita yang baik dan mereka yang mencacatkan dirinya sendiri.
Hati yang jernih bisa mengerti bahwa kemampuan yang terhormat adalah sumber dari kekayaan yang mengharukan.

Perasaan damai bersama diri sendiri datang dari kejujuran kepada diri sendiri.
Tidak sedikit orang yang hidup dalam pengingkaran terhadap kerinduan asli hati mereka - mengenai keleluasaan dan kebesaran hidup yang sebetulnya mereka inginkan.
Lalu, dalam upaya untuk menenangkan diri, mereka bernegosiasi dengan hati mereka sendiri - dengan harapan bahwa mereka bisa membuat hati mereka sendiri lupa mengenai hak atas keberhasilan mereka.
Anehnya, bila orang lain berupaya dengan tulus menyatakan bahwa keberhasilan mereka adalah berkat ijin dari Yang Maha Mengabulkan; mereka yang tidak jujur kepada diri sendiri itu – justru sibuk mencari penjelasan mengapa kelemahan mereka, kelambatan mereka, dan bahkan kegagalan mereka adalah hal-hal yang dipaksakan atas mereka oleh - entah apa - yang berada di luar diri mereka.

Hormat kepada diri sendiri adalah pembentuk keberanian pribadi yang sebenarnya.
Orang yang tidak jujur – ternyata - juga tidak menghormati orang yang tidak jujur.
Itu sebabnya, berhati-hatilah dalam berbicara dengan diriAnda sendiri - karena ia mungkin bisa salah mengerti.
Hati yang merasa terperdaya akan menjadi suara pertama yang meragukan kesungguhan kesungguhan Anda.
Dan bahkan saat Anda berupaya memberanikan diri, hati Anda bisa berlari tanpa malu berlindung di balik pemaafan diri, dan membiarkan badan Anda kosong dan bergaung dalam menghadapi kesulitan.
Tidak ada orang yang bisa disebut berani bila hatinya menolak berdiri bersamanya.

Hati yang jujur menghasilkan tindakan-tindakan yang jujur.
Hati Anda tidak mungkin mengharapkan selain kekayaan yang dalam keutuhannya tercerminkan senyum dari Yang Maha Kuasa. Karena, mengharapkan keuntungan yang tidak jujur, adalah awal dari kerugian.

 

Berita terkait:
Mario Teguh: Honesty Is Such A Lonely Word
Mario Teguh: Be Strong & Never Weaken Yourself

Gagal Melakukan Hal-hal Besar Itu Tetap Lebih Terhormat

Filed under: Lainnya

Gagal Melakukan Hal-hal Besar Itu Tetap Lebih Terhormat

Gagal melakukan hal-hal besar itu tetap lebih terhormat
dari pada berhasil melakukan hal-hal kecil

Orang-orang yang gagal melakukan hal-hal yang besar
sudah pasti berhasil melakukan hal-hal kecil

Orang-orang yang mengambil tantangan-tantangan besar dalam hidupnya
Selalu mempunyai kesempatan dua yang baik sekali
satu untuk betul-betul berhasil atau kedua gagal dengan sangat terhormat

Janganlah kita menjadi pribadi yang gagal pada urusan-urusan yang kecil
lalu mengeluh bahwa hidup ini tidak fair.

Ambillah tantangan yang lebih besar
gigitlah lebih besar dari kemampuan mengunyah

Sehingga gagalpun kita tetap dihormati

Mario Teguh Versus Shakespeare

Filed under: Lainnya

Mario Teguh Versus Shakespeare

 

Jakarta (ANTARA News) - Dini Ardiyanti (35) tertegun di ruang kerjanya setelah membaca selembar surat keputusan atasannya yang baru. Karyawati perusahaan swasta nasional itu dimutasikan dari jabatannya sebagai "corporate secretary" menjadi staf divisi litbang perusahaan. "Karierku selesai. Ini pembuangan," kata Dini sesampai di rumah, saat menumpahkan uneg-unegnya pada sang suami. Dini merasa didepak karena bos barunya membawa orang luar untuk menggantikan kedudukannya.

"Orang bilang, inilah divisi sulit berkembang. Jelas, aku tak perlu mimpi meraih sukses meniti karier di perusahaan ini," tambahnya.

Ada pesimisme dalam kata-kata wanita karier alumni Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga Surabaya itu. Seperti pemahaman banyak orang lainnya, sukses menurut Dini mestilah diperlihatkan oleh mulusnya peningkatan jenjang karier seseorang.

Begitu seorang karyawan digeser ke posisi yang dianaktirikan manajemen, serta-merta dia merasa gagal meniti karier. Begitukah makna sukses dalam perjalanan karier hidup manusia?

Di mata motivator Mario Teguh, bukan begitu arti sukses yang sejati.

"Kalau anda bisa menjadi manusia yang baik, sukses lah anda. Jadi orang yang sukses adalah menjadi pribadi yang baik," katanya.

Mario tak mengikuti pendapat yang jadi arus utama (mainsteram)), yang mengatakan sukses itu ditentukan atau diukur oleh prestasi material atau status sosial.

Dengan alur pikiran demikian, Mario menyusun silogisme: orang kaya yang korup adalah orang gagal yang berkantong tebal, sementara orang miskin yang baik adalah orang sukses yang duitnya pas-pasan. Tentu saja, ada orang sukses yang duitnya banyak dan ada orang gagal yang miskin.

Konteks dan relativitas kultur

Baik, itulah kata kunci Mario dalam menakar sukses seseorang. Tapi apa sebenarnya yang dimaksud dengan baik? Willian Shakespeare, pujangga Inggris, pernah menulis untaian kata-kata yang sering dikutip pengagumnya, "Good or bad is nothing. Our thinking makes it so." Baik atau buruk itu tidak ada, pikiran manusia lah yang menciptakan demikian.

Tafsir atas kata-kata Shakespeare itu bisa beragam. Misalnya, orang yang baik sebagai suami belum tentu baik bagi publik. Atau tokoh publik yang berjasa belum tentu baik bagi anaknya. Ingat tentang anak Mahatma Gandhi yang jadi pemabok?

Dalam konteks historis, orang masih terus berdebat apakah Ali Jinnah, pendiri Pakistan, itu tokoh yang baik atau buruk. Di mata pengikutnya, dia baik karena memberikan ruang bagi kaum Muslim. Di mata penentangnya, dia lah yang harus bertanggung jawab atas pertumpahan darah dalam sejarah pemisahan negeri di anak benua Asia itu.

Shakespeare tampaknya ingin agar kata "baik" atau "buruk" itu sebaiknya tak dipakai jika seseorang ingin menghindari penghakiman yang subyektif. Orang tak bisa mengatakan sikap lemah lembut atau keras tegas itu baik atau buruk.

Tak ada absolutisme. Baik atau buruk hanya bisa digunakan dalam konteks, atau kultur tertentu.

Ada cerita yang sepintas seperti anekdot, tetapi dimungkinkan lahir dari kejadian sehari-hari. Suatu ketika seorang dosen tua dari Tanah Batak memanggil mahasiswa yang bersuku Jawa, tepatnya dari Solo.

Ketika percakapan dimulai, dosen yang pendengarannya mulai menurun itu menghardik sang mahasiswa: "Kenapa kau bicara lirih sehingga aku tak bisa dengar?!"

"Supaya kelihatan sopan, pak,"

"Kalau sama aku, bicaralah yang keras. Itu baru sopan!"

Relativitas kultur juga mencairkan kategori baik-buruk, sopan tidak sopan.

Kembali ke soal sukses, ada persamaan pandangan antara Mario dan Emha Ainun Nadjib. Menurut Cak Nun, yang eksistensial bagi manusia adalah berjuang agar lulus sebagai manusia. Lulus sebagai penyair, lulus sebagai dai, lulus sebagai presiden belum menukik ke jatidiri manusia.

Apa yang dikemukakan Mario dan Cak Nun mungkin sebatas wacana mengenai konsep sukses. Soal apakah pandangan yang esensial itu dihayati banyak orang masih harus diuji di tataran kehidupan sehari-hari.

Yang jelas, Dini Ardiyanti merasa gagal sejak dia dimutasikan di jabatannya yang baru, staf divisi yang sering diplesetkan sebagai "sulit berkembang". (ant)

Rapor Yesus Waktu Sekolah

Filed under: Lainnya

Rapor Yesus Waktu Sekolah


Berita dari Nazaret telah ditemukan berkas yang diduga rapot yesus waktu sekolah Tertulis :

Agama : Nilai C Karena ditanya siapa yang menciptakan dunia ia menjawab bapaku

Olahraga : Nilai D Karena pada saat disuruh berenang malah berjalan diatas air

Matematika : Nilai E Karena disuruh menjumlah 5 roti dan 2 ikan jawabnya 12 bakul

Hanya ada satu pelajaran yang bagus yaitu

Kimia : Nilai A Karena bisa menemukan formula yang bisa mengubah air menjadi anggur

July 16, 2008

Download Buku Gratis

Filed under: Renungan

June 27, 2008

Free Christmas Songs

Filed under: Lagu Pujian

June 19, 2008

Lagu Rohani

Filed under: Lagu Kreasi

Silahkan download lagu-lagu rohani kristen dibawah ini, sesuai abjad judulnya

A, B, C, D, E, F, G, H, I, J, K, L, M, N, O, P, Q, R, S, T, U, V, W, X, Y, Z

Silahkan download lagu-lagu rohani kristen dibawah ini, sesuai abjad judulnya

June 18, 2008

Tampil Apa Adanya.

Filed under: Renungan

Tampil Apa Adanya.

 

Sulit membedakan tingkat ekonomi seseorang di Jepang atau di  Australia,baik dari penampilannya, bajunya, kendaraannya, atau rumahnya. Kita baru bisa menebak kekayaan seseorang kalau sudah mengetahui riwayat pekerjaan dan jabatannya di perusahaan.

Sempat berkenalan juga dengan seseorang yang berada di stasiun kereta di Jepang, ternyata dia anak seorang pejabat tinggi negara, juga naik kereta. Yang tak kalah serunya saya juga jadi pengamat berbagai jenis sepatu yang di pakai masyarakat Jepang ternyata tak bermerek, wah ini yang ndeso siapa yah? Satu bulan di Jepang, saya tidak melihat orang menggunakan HP Nokia Communicator, mungkin kelemahan saya mengamati. Setelah saya baca koran, ternyata konsumen terbesar HP Nokia Communicator adalah Indonesia.

Ketika beberapa pengusaha ingin memberi pinjaman kepada pemerintah Indonesia mereka menjemput pejabat Indonesia di Bandara Narita. Pengusaha tersebut bertolak dari Tokyo menggunakan kendaraan umum, sementara pejabat Indonesia yang akan dijemput menggunakan mobil dinas Kedutaan yaitu Mercedes Benz. Jangan-jangan kalau orang Jepang diajak ke Pondok Indah bisa pingsan melihat rumah mewah dan berukuran besar. Rata-rata rumah di Jepang memiliki tinggi plafon yang bisa digapai dengan tangan hanya dengan melompat. Sehingga untuk duduk pun banyak yang lesehan. Ketika Indonesia sedang terpuruk, hutang sedang menumpuk, rakyat banyak yang mulai ngamuk. Negara sedang kere, rakyat banyak yang antri beras, minyak tanah, minyak goreng dan lain-lain. Maka harga diri kita tidak bisa diangkat dengan medali emas turnamen olah raga, sewa pemain asing, banyak perayaan yang gonta-ganti baju seragam, baju dinas, merek mobil, proyek mercusuar, dll, dsb, dst .Bangsa ini akan naik harga dirinya kalo hutang sudah lunas, kelaparan tidak ada lagi, tidak ada pengamen dan pengemis, angka kriminal rendah,  korupsi berkurang, pendidikan terjangkau, sarana kesehatan memadai, punya posisi tawar terhadap kekuatan global,serta geopolitik dan geostrategi yang disegani. Maka orang Ndeso (alias norak) tidak mampu mengatasi krisis karena tidak bisa menjadikan krisis sebagai paradigma dalam menyusun APBD dan APBN. Nah, karena yang menyusun orang-orang norak maka asumsi dan paradigma yang dipakai adalah negara normal atau bahkan mengikut negara maju. Bayangkan ada daerah yang menganggarkan dana untuk sepak bola 17 milyar Rupiah, sementara anggaran kesejahteraan rakyatnya hanya 100 juta Rupiah, wiiieh!!! Akhirnya penyakit norak ini menjadi wabah yang sangat mengerikan dari atas sampai bawah: Orang bisa antri Raskin sambil pegang HP, Pelajar bisa nunggak SPP sambil merokok, Orang tua lupa siapkan SPP, karena terpakai untuk beli TV dan kulkas, Orang bule mabuk karena kelebihan uang, orang kampung mabuk beli minuman patungan, Para pengungsi bisa berjoged dalam tendanya, Orang-orang dapat membeli gelar akademis di ruko-ruko tanpa kuliah, Ijazah Doktor luar negeri bisa di beli sebuah rumah petakan gang sempit di Cibubur,
Kelihatannya orang sibuk ternyata masih sering keluar masuk Mc Donald, Kelihatannya orang penting, ternyata sangat tahu detail dunia persepakbolaan, Kelihatan seperti aktivis tapi habis waktu untuk mencetin HP, 62 tahun merdeka, lomba-lombanya masih makan kerupuk saja, Agar rakyat tidak kelaparan maka para pejabatnya dansa-dansi di acara
 tembang kenangan, Agar kampanye menang harus berani sewa bokong-bokong bahenol ngebor, Agar masyarakat cerdas maka sajikan lagu goyang dombret, Agar bisa disebut terbuka maka harus bisa buka-bukaan, Yang lebih mengerikan lagi adalah supaya kita tidak terlihat kere, maka harus bisa tampil keren.  Tulisan ini sangat menarik. Untuk itu, mari sama-sama kita renungkan.Semoga, kita segera lepas dari tuduhan ………  dan tidak  terus-menerus berlagak keren, padahal aslinya kere.



Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Riosoft