RenunganMay 12, 2009 7:37 am


*Bapa Surgawi*

Terima Kasih untuk semua anugerah-Mu dalam kehidupanku

Terima kasih untuk kasih-Mu yang tanpa batas bagiku, keluargaku dan
orang orang di sekitarku.

Terima Kasih menjadikan aku sebagai alasan Engkau memberkati
lingkunganku, pekerjaanku dan komunitasku.

Semua kutukan nenek moyangku, kedua orangtuaku, keluargaku dan aku
sendiri,aku patahkan dalam KUASAMU.

Segala sakit penyakit dalam tubuhku dan keluargaku telah ENGKAU
sembuhkan oleh bilur-bilurMu..

Tahirkan lidah, mulut dan bibirku sehingga hanya kata-kata berkat dan
Firman-Mu saja yang bisa aku katakan.

Tahirkan mataku sehingga hanya hal hal yang daripadaMu saja yang aku
lihat, untuk pertumbuhan imanku.

Tahirkan telingaku sehingga hanya kebenaranMu yang aku dengar dan perdengarkan.

Berkatilah aku, pasangan hidupku, anak-anakku, semua keluargaku,
rumahku, pekerjaanku serta teman2ku.

Jadikanlah kami perpanjangan hati dan tanganMU.

Terima Kasih Bapa untuk semuanya

Dalam nama TUHAN YESUS aku berdoa.

AMIN….

Kirimkan ke 10 orang pilihanmu,  GBU

RenunganMay 7, 2009 7:40 am

"Akulah jalan dan kebenaran dan hidup”

(Kis 13:26-33; Yoh 14:1-6)

 

 "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada. Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ." Kata Tomas kepada-Nya: "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?" Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”(Yoh 14:1-6), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.

 

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

·   Apa yang disebut ‘jalan’ kiranya sangat penting dalam hidup dan kerja. Jalan menjadi penghubung daerah, kota, desa yang satu ke daerah, kota, desa yang lain; jalan yang baik akan memperlancar lalu lintas serta perjumpaan atau komunikasi satu sama lain. Dengan dan dalam berkomunikasi dengan sesama atau orang lain, yang didukung oleh jalan yang baik orang mengupayakan kebenaran-kebenaran dan hidup damai sejahtera. Memang pada masa kini ada macam-macam jalan sebagai pendukung berkomunikasi, antara lain tilpon atau sarana-sarana komunikasi modern masa kini. Sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, di dalam mengupayakan kebenaran dan hidup damai sejahtera, kita dipanggil untuk menjadikan “Yesus” sebagai jalan hidup kita, dengan kata lain meneladan cara hidup dan cara bertindak Yesus, menghayati ajaran-ajaran Yesus. Ajaran Yesus yang pertama dan utama tidak lain adalah perintah untuk saling mengasihi, maka jika kita mendambakan kebenaran dan hidup damai sejahtera marilah kita saling mengasihi. Panggilan untuk saling mengasihi ini mudah kita hayati jika masing-masing dari kita menghayati diri sebagai ‘yang terkasih’, yang diciptakan oleh Allah dalam kasihNya, melalui orangtua/bapak-ibu kita masing-masing, dan hanya dapat tumbuh dan berkembang sebagaimana adanya saat ini hanya karena dan oleh kasih. Karena masing-masing dari kita adalah ‘yang terkasih’, maka perjumapaan antar kita secara otomatis akan saling mengasihi dan kita bersama-sama berjalan menuju kepada Bapa, Allah di sorga. Marilah kita saling mengasihi dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi dan segenap kekuatan.

·   “Hai saudara-saudaraku, baik yang termasuk keturunan Abraham, maupun yang takut akan Allah, kabar keselamatan itu sudah disampaikan kepada kita”(Kis 13:26), demikian peringatan Paulus kepada para pendengarnya, kepada kita semua orang beriman..Kabar keselamatan telah disampaikan kepada kita, maka marilah kita dengarkan, renungkan dan hayati. Kabar keselamatan itu antara lain secara tertulis telah dibukukan dalam Kitab Suci, dan kiranya juga melalui penghayatan iman saudara-saudari kita. Marilah kita baca, renungkan dan hayati apa yang tertulis di dalam Kitab Suci. “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.”(2Tim 3:16). Kitab Suci adalah ‘tulisan yang diilhamkan Allah’, maka jika kita mendambakan keselamatan lahir dan batin, phisik dan spiritual, marilah kita renungakan dan hayati apa yang tertulis di dalam Kitab Suci. Penghayatan iman yang benar juga merupakan cermin penghayatan apa yang tertulis di dalam Kitab Suci, maka marilah kita cermati dan ikuti penghayatan iman saudara-saudari kita, yang menjadi nyata dalam cara hidup dan cara bertindak. Penghayatan iman juga merupakan perwujudan ‘takut akan Allah’. Takut akan Allah tidak berarti lalu melarikan diri dari Allah, melainkan bersembah sujud kepada Allah dan mempersembahkan diri seutuhnya kepada Allah, sehingga cara hidup dan cara bertindaknya senantiasa bersama atau bersatu dengan Allah, dirajai atau dikuasai oleh Allah. Orang yang sungguh dirajai atau dikuasai oleh Allah pasti akan selamat dan damai sejahtera di dalam perjalanan hidup atau kerjanya, meskipun harus menghadapi aneka tantangan dan hambatan. Dengan kata lain dirajai atau dikuasai oleh Allah tiada ketakutan sedikitpun menghadapi aneka tantangan dan hambatan sebagai konsekwensi penghayatan iman. Tantangan dan hambatan yang ada justru semakin memantapkan dan memurnikan iman; tantangan dan hambatan menjadi peluang untuk bergairah dalam penghayatan iman.

 

"Akulah yang telah melantik raja-Ku di Sion, gunung-Ku yang kudus!"Aku mau menceritakan tentang ketetapan TUHAN; Ia berkata kepadaku: "Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini. Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu. Engkau akan meremukkan mereka dengan gada besi, memecahkan mereka seperti tembikar tukang periuk." Oleh sebab itu, hai raja-raja, bertindaklah bijaksana, terimalah pengajaran, hai para hakim dunia!”(Mzm 2:6-10)

Jakarta, 8 Mei 2009


Tukar Banner Gratis